Kamis, 27 Februari 2014

cinta pandangan pertama,, apa iya itu cinta?



Berapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk bisa suka sama seseorang sampai yakin bahwa kita memang telah jatuh cinta kepadanya? 1 detik? 1 menit? 1 jam? Sehari? Sebulan? Atau tahunan? 

Konon katanya ada perasaan cinta yang datang seketika, sesaat setelah dua pasang mata saling bertemu bahkan untuk pertama kalinya. Mereka menyebutnya dengan love at the first sight. Ya! Cinta pada pandangan pertama. Ada beberapa lagu Indonesia yang membenarkan hal ini. Seperti Pandangan Pertama-nya almarhum A Rafiq, Cukup Satu Menit-nya Zaskia Gotik dan masih banyak lagi. Tapi benarkah hal ini ada? 

Bagaimana mungkin seseorang bisa menyimpulkan bahwa ia telah jatuh cinta, padahal jelas-jelas ia belum mengenal lebih dalam bagaimana sosok lawan jenis yang baru ia temui. Bagaimana bisa semua terjadi dalam waktu sesingkat itu? mungkin kalau sebatas suka saja, bisa. Hanya suka ya, bukan cinta. Mungkin karena lawan jenis itu cantik atau tampan, atau juga mereka terlihat sangat keren dan stylish dengan pakaian yang sedang mereka kenakan. Tapi kan cinta tidak hanya berdiam dalam hal-hal fisik seperti itu saja. Ada hal lain yang jauh lebih penting, hatinya. 

Suatu hari, ada 2 sejoli yang bertemu untuk pertama kalinya, Mereka bercakap-cakap seharian, Mengobrolkan kehidupan mereka. Saling bertanya apa yang kamu suka? Apa yang kamu tidak suka? Suka pergi kemana? Sosok pria/wanita idaman kamu seperti apa? Bagaimana keluargamu? Karirmu? Teman2mu? Mantan2mu? Lalu dipengujung hari mereka sudah saling mencintai. Keesokan harinya mereka jadian. Whatt? Benarkah cinta datang secepat itu? 

Saya benar2 tidak mengerti dengan mereka yang menyatakan cinta kepada seseorang yang baru dikenalnya 1 atau 2 hari seperti itu? Saya rasa waktu seminggu pun rasanya masih belum cukup. Semua hal harus ada prosesnya dulu. Termasuk cinta. Mungkin proses mereka dalam hal mencintai memang tak memerlukan banyak waktu. Tapi nggk dengan waktu yang sesingkat itu juga keleessss..

Saya punya sebuah pengalaman tentang hal ini. Beberapa hari yang lalu seorang teman mengenalkan seorang pria kepada saya. Kami dikenalkan hanya lewat nomor handphone dan facebook. Kami berkenalan di dunia maya dan menjalani komunikasi sewajarnya di dunia perSMSan. Dia yang selalu menghubungi lebih dulu. Dan sebagai seorang teman yang baik, saya hanya berusaha bersikap ramah kepada siapa pun teman saya, termasuk dia.

Tidak disangka. Tidak diduga. Dua hari kemudian dia menyatakan cintanya. Whatt?? Ga habis fikir kan?! Bagaimana bisa? Bahkan kami belum pernah bertatap muka secara langsung. Piye ikii??

Jujur saja saya tidak merasakan perasaan apapun selain sebatas teman biasa. Mungkin dia salah mengartikan keramahan yang saya lakukan terhadapnya dengan membalas pesan2 singkatnya. Itu pun saya lakukan hanya sewajarnya dan tidak semua pesannya saya balas. Kita belum benar2 saling mengenal satu sama lain. Dan kalo sudah kenal pun belum tentu saya bisa mengatakan suka, atau mungkin saja dia malah mengurungkan perasaanny setelah mengenal saya lebih jauh.

Bagi saya, love at the first sight itu tidak ada. Tidak ada cinta yang datang secara tiba-tiba. Dulu saja, saya harus tinggal serumah selama kurang lebih sebulan di suatu Praktek Belajar Lapangan saat kuliah, untuk bisa menyimpulkan bahwa saya memang telah jatuh cinta kepada seseorang saat disana. Curcooooollll.. hahaha

Come on, take it easy and relax! Jangan terburu-buru menyimpulkan sesuatu.

Buat kalian yang merasa sudah mencintai pasangan kalian sejak pandangan pertama dan sekarang sudah jadian, sudah menikah,  saya ucapkan selamat. Semoga kalian bisa lebih mengenal kepribadian masing2 dan tetap rukun. Yang masih ragu dengan perasaannya, ayo segera dimantapkan keputusannya untuk berkata ya atau tidak. Jangan membuat dia menunggu terlalu lama. Yang lagi jombo kaya saya, semoga Allah mempertemukan kita dengan Si jodoh lewat cara yang indah. Bersabarlah. Terus memperbaiki diri agar kita mendapatkan jodoh yang baik pula. Amiin..

Sekian cerita bintang jatuh hari ini, sampai jumpaaa... :)

Senin, 24 Februari 2014

puisi debu



Kepada siapa aku harus bertanya tentang hidup?
Pada mereka yang berlari?
Yang terbang? Atau yang merayap?
Aku hanya debu jalanan
Tak tahu menahu bagaimana cara menyuarakan suara
Suaraku serak, suaraku parau,
Aku terhempas
Diombang-ambing angin yang tak henti meniupkan panas
Aku debu jalanan yang kusam
Tak tahu kepada siapa lagi aku harus bergumam
Aku terhiraukan dari hiruk pikuk dunia
Sampai angin membawaku pada sebidang tanah merah
Bertabur bunga